Rabu, 06 Mei 2009

kehilangan tu menydihkan ya...

br mmulai mnulis lg nih...suntuk dgn tgs2...

trnyata memang bnar yah...cb qt sadari,qt akan sdr rs syukur itu ada stelah sesuatu itu hlg...

bgitu yg nisa alami saat ini...tmen2 pun jg pnah ngalami nya kan??knapa ya?

suatu hubngan terjalin krn adnya kecocokan diantara mereka....ad keterikatan dan klekatan diantaranya...

ap bl qt hrs khilangan harta benda qt msh bs mencarinya...tp iman ini...terkadang naik trn...jgn sampe iman ini hlg dlm dr qt...naudzubilla min dzalik...jgn sampe..

mksh ya ALLAH...Alhamdulillah....

Minggu, 23 November 2008

Wanita Cantik Milik Allah

Wanita cantik melukis kekuatan lewat masalahnya...

tersenyum saat tertekan....

tertawa di saat hati sedang menangis....

tabah di saat terhina...

mempesona karena memaafkan....

Wanita cantik mengasihi tanpa pamrih...

bertambah kuat dalam doa dan pengharapan...

Ya Allah apakah hamba ini bs menjadi wanita cantik itu?? Wanita cantik kepunyaan Mu ya Allah..

Hamba ingin bs seperti ini supaya kelak hamba bs bertemu dg Mu ya Allah..

Amiinn..

Minggu, 26 Oktober 2008

MENIKAH???

Menikah, sebuah kata yang ketika kita menyebut, mendengar maupun melaksanakannya terasa ada keindahan di dalamnya.. kayak nisa yang paham ja yah... hehe..

tp bner kok..dua org yang semula asing dan terpisah menyatu dengan kehalalan dan keberkahan dari Allah.. pernikahan adalah surga di dunia yang jg bs menghantarkan pelakunya menuju surga yang sesungguhnya.. karena dg menikah peluang untuk beramal sholeh semakin terbuka lebar, kesempatan dan kemampuan untuk menjadi takwa juga semakin bertambah..dg menikah seorang muslim telah menggapai separo diennya..dan kini ia tinggal berikhtiar dan bertawakal atas separo sisanya..

tman2 nisa yang bekisar usia 20 th an ada yg sdh menikah lo..hal ini wow sih di benak nisa..nisa salut pada mereka..mereka sdh bs mlakukan sunah Rasul sblm malaikat mencabut nyawanya.. Subhanallah...di usia mereka yang nisa anggap masih remaja beranjak dewasa, mereka sudah berani mengemban tugas berumah tangga..awalnya nisa mengaanggap usia mereka msh blia tetapi skrg pikiran itu sirna..menurut nisa slama mereka sudah merasa mampu untuk mengemban tgs ini mengapa tidak segara mereka lakukan..Sesuai yang diriwayat Bukhori : "Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu, maka hendaklah ia menikah"
diriwayatkan oleh Muslim : "Wahai sekalian pemuda, barang siapa diantara kalian yang mempunyai kesanggupan, maka menikahlah karena dengan menikah itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kesucian farji; dan barang siapa yang belum mampu maka hendaknya ia berpuasa, karena dengan puasa dpt mjd perisai baginya."
mengapa pelu menikah???
nisa yakin stiap orang ingin skali menikah...alasannya mgkin kurang lbh sbb :
1.menikah mrpkn bagian perintah Allah dan Rasul Nya
2.menikah berati menggenapkan separuh dien
3.menghalalkan yg dl nya haram dlm suatu hubungan
4.upaya melestarikan keturunan di muka bumi
5.dll tentunya
Hufff dlm bgt yh apa yang diajarkan dlm Islam....smga kita msh trs mau blajar.... amiin...
N smga kita bs termasuk golongan Rasulullah dg mengikuti sunah Rasul tsb sblum ajal menjemput kita..amiin...


yang perlu kita grs bawahi disini pngambilan kputusan untuk menikah hrslah matang2...


nisa salut sama tmen2...smga kel yg kalian bina mjd kel yang sakinah, mawadah n warohmah..amiin..slmt y kwn...

Minggu, 19 Oktober 2008

Kebingungan dalam Hidup

lusa tgl 18 okt 08 adalah hari yang menyedihkan buat nisa.. nisa merasa mengapa cobaan itu harus nisa terima..
maaf in nisa ya Allah...

nisa brusaha lbh tabah, lbh tnang tp tetap ja semua pemaslhn itu g bs hlng di benak nisa

ktk pemslhn hdp smkin rumit membuat nisa lbh bner dlm ibadah..mgkn ini tguran dari Mu ya Allah agar nisa lbh mndektkan diri pada Mu.. tapi apakah nisa harus sperti ini? ktk bermasalah sja baru beribadah lebih tekun..ktk nisa g mengaanggap da pemasalahn nisa "kendo" lg dalam bersujud pada Mu? jwbn ini hanya bisa dijwb sndiri.. ADILKAH NISA PADA SEGALA NIKMAT yg tlah Kau berikan??

ktk kita menilai Allah g adil, psti itu ksalahan kita,mgkn td nisa dh beburuk sangka pada Mu ya Allah..nisa pelu ingat bhw Allah adil untuk semua umatnya..kekayaan contohnya saja..kita sering bkata orang yg kaya, hidup nya pasti enak...apakah kita penah bepikir kl sbenarnya kkayaan itu hanyalah cobaan dr Allah untuk umatnya bgmana dia memanfaatkan apa yg dimilikiny bs sj harta itu akan mjd penolong atopun celaka buat nya suatu kelak di yaumul akhir..kita yang mskn pun merasa dmikian bs kah kita bsbar n besyukur akan pemberian Allah..mgkn bs nisa petik hikmah di setiap rejeki yang Allah berikan menuntut kita apakah kita akan jlnkn perintah Nya ato malah meninggalkan perintah Nya....

kebahagiaan itu relatif..spy nisa g blarut dlm suatu kondisi nisa hrs bs memecahkan mslh ini n diimbangi dg ikhtiar spy nisa g blarut-larut dalam ksedihan..nisa pgn bgt bs dpt in kbahagian baik di dunia maupun di akhirat itu..
bs kah hamba mndapatkan itu ya Allah??? beri hamba suatu kekuatan ya Allah agar hmba bs mjalni khdpn di dunia yang sifatnya smentara ini....

Jumat, 20 Juni 2008

Ekonomi Islam

PENGERTIAN BISNIS SYARIAH
Secara bahasa, Syariat (al-syari’ah) berarti sumber air minum (mawrid al-ma’ li al istisqa) atau jalan lurus (at-thariq al-mustaqîm). Sedang secara istilah Syariah bermakna perundang-undangan yang diturunkan Allah Swt melalui Rasulullah Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia baik menyangkut masalah ibadah, akhlak, makanan, minuman pakaian maupun muamalah (interaksi sesama manusia dalam berbagai aspek kehidupan) guna meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Menurut Syafi’I Antonio, syariah mempunyai keunikan tersendiri, Syariah tidak saja komprehensif, tetapi juga universal. Universal bermakna bahwa syariah dapat diterapkan dalam setiap waktu dan tempat oleh setiap manusia. Keuniversalan ini terutama pada bidang sosial (ekonomi) yang tidak membeda-bedakan antara kalangan Muslim dan non-Muslim. (Syariah Marketing, Hal. 169). Dengan mengacu pada pengertian tersebut, Hermawan Kartajaya dan Syakir Sula memberi pengertian bahwa Bisnis syariah adalah bisnis yang santun, bisnis yang penuh kebersamaan dan penghormatan atas hak masing-masing. (Syariah Marketing, hal. 45). Pengertian yang hari lalu cenderung normatif dan terkesan jauh dari kenyataan bisnis kini dapat dilihat dan dipraktikkan dan akan menjadi trend bisnis masa depan.PRINSIP DASAR DAN
ETIKA DALAM BISNIS SYARI’AH
Ada empat prinsip (aksioma) dalam ilmu ikonomi Islam yang mesti diterapkan dalam bisnis syari’ah, yaitu: Tauhid (Unity/kesatuan), Keseimbangan atau kesejajaran (Equilibrium), Kehendak Bebas (Free Will), dan Tanggung Jawab (Responsibility).[1]
Tauhid mengantarkan manusia pada pengakuan akan keesaan Allah selaku Tuhan semesta alam. Dalam kandungannya meyakini bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini bersumber dan berakhir kepada-Nya. Dialah pemilik mutlak dan absolut atas semua yang diciptakannya. Oleh sebab itu segala aktifitas khususnya dalam muamalah dan bisnis manusia hendaklah mengikuti aturan-aturan yang ada jangan sampai menyalahi batasan-batasan yang telah diberikan.
Keseimbangan atau kesejajaran (Equilibrium) merupakan konsep yang menunjukkan adanya keadilan sosial. Kehendak bebas (Free Will) yakni manusia mempunyai suatu potensi dalam menentukan pilihan-pilihan yang beragam, karena kebebasan manusia tidak dibatasi. Tetapi dalam kehendak bebas yang diberikan Allah kepada manusia haruslah sejalan dengan prinsip dasar diciptakannya manusia yaitu sebagai khalifah di bumi. Sehingga kehendak bebas itu harus sejalan dengan kemaslahatan kepentingan individu telebih lagi pada kepentingan umat.
Tanggung Jawab (Responsibility) terkait erat dengan tanggung jawab manusia atas segala aktifitas yang dilakukan kepada Tuhan dan juga tanggung jawab kepada manusia sebagai masyarakat. Karena manusia hidup tidak sendiri dia tidak lepas dari hukum yang dibuat oleh manusia itu sendiri sebagai komunitas sosial. Tanggung jawab kepada Tuhan tentunya diakhirat, tapi tanggung jawab kepada manusia didapat didunia berupa hukum-hukum formal maupun hukum non formal seperti sangsi moral dan lain sebagainya.
Sementara menurut Beekun terdapat 5 aksioma dalam ekonomi islam. Sebagai yang kelima adalah benovelence atau dalam istilah lebih familiar dikenal dengan Ihsan.[2] Ihsan adalah kehendak untuk melakukan kebaikan hati dan meletakkan bisnis pada tujuan berbuat kebaikan. Kelima prinsip tersebut secara operasional perlu didukung dengan suatu etika bisnis yang akan menjaga prinsip-prinsip tersebut dapat terwujud.

Bolehkah berpacaran dalam Islam?

Perkembangan seseorang tergantung usia nya. Sesuai tugas perkembangannya seorang remaja sudah mempunyai tuntutan untuk menjalin keintiman dengan sosialnya. Dengan berkembangnya fisik dan emosionalnya membuat para remaja ini memilih untuk berpacaran.. mereka menganggap dengan memiliki pacar kebutuhan seksual mereka bisa terpenuhi.. bila nisa mengatakan tentang kebutuhan seksual jgn disalahartikan y karena kebutuhan sex ini tidak selalu identik dengan perbuatan sex.. mereka yang memilih pacaran biasanya ingin mendapatkan rasa sayang dan perhatian dari orang lain terutama lawan jenisnya.. sehingga hal apapun mungkin saja bisa dilakukan mereka-mereka.. karena keinginan pacaran begitu berkobar-kobar membuat seorang remaja tidak paham akan nilai agama yang dia tekuni dan kehilangan arah pikirannya.. bisa saja para remaja ini tak ingin dipandang tmen2 sepermainannya bahwa dia msh kecil. usia remaja setiap individu berusaha mencari identitas dirinya.apabila tidak didasari oleh nilai agama yang ketat pastinya mereka akan terbawa dan terjebak pada hiruk-pikuk dunia remaja yang negatif...coba deh kita sama-sama berfikir bagaimana proporsi keuntungan maupun kerugiannya bila kita melakukan suatu tindakan.. jgnlah kita memilih jalan yang hanya membawa kesenangan sesaat dan membawa kerugian di hari kelak...Firman-firman Allah berikut ini yang menunjukkan akan keharamannya:
  1. “Dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi.” [Al-An'aam:151]
  2. “Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Israa`:32]
  3. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:30]
  4. “Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:31]

Ayo Mengkaji "Aurat"

Dalam Islam, yang dimaksud dengan aurat adalah batas minimal dari anggota tubuh manusia yang wajib ditutup karena perintah AllahH SWT. Anggota tubuh tersebut dapat menimbulkan birahi atau syahwat jika dibiarkan terbuka, karenanya mesti ditutup dan dijaga, sebagai bagian dari kehormatan manusia.
Jika kedua hal di atas digabung, maka aurat adalah anggota atau bagian dari tubuh manusia yang bila terbuka atau tampak akan menimbulkan rasa malu, aib, dan keburukan. Bagi yang terbuka auratnya, akan menimbulkan rasa malu, sedangkan bagi yang melihatnya akan menimbulkan rasa terangsang dan lain-lain.
Kewajiban menutup aurat sudah menjadi kesepakatan semua pihak. Tidak ada permasalahan/selisih pendapat mengenai aurat laki2. Semuanya sepakat bahwa aurat laki2 = bagian tubuh antara pusar hingga lutut. Imam Hambali dan Imam Malik bahkan menyatakan bahwa aurat laki2 adalah 2 kemaluan, depan dan belakang.
Maka, tidaklah heran, jika kita (laki2) sholat mesti menggunakan penutup aurat, bisa berupa celana panjang, ataupun sarung. Celana pendek, terlebih celana dalam, tidak bisa digunakan untuk sholat, karena aurat masih terlihat.
Untuk perempuan, terdapat perbedaan pendapat diantara kaum ulama. Pendapat pertama menyatakan bahwa aurat perempuan adalah seluruh anggota, termasuk muka, kedua telapak tangan dan bahkan kukunya. Tidak heran kita akan temukan perempuan2 bercadar yang menutup hampir semua tubuhnya, kecuali sedikit matanya untuk melihat. Pendapat kedua menyatakan aurat perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali muka, kedua telapak tangan, dan kukunya. Termasuk di dalamnya kedua telapak kakinya.
Apapun perbedaan pendapat yang timbul, semua ulama sepakat bahwa menutup aurat adalah wajib hukumnya. Dasar yang digunakan adalah:
  1. An Nuur(24):30 “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.”
  2. An Nuur(24):31 “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”
  3. An Nuur(24):60 “Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
  4. An Ahzab(33):33 “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
  5. An Ahzab(33):59 “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”
  6. An A’raf(7):26 “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.”